“Kapan Pulang?”

Tulisan ini saya buat persis tanggal 17 Februari 2021, bertepatan dengan hari jadi Kota Solo, kampung halaman tercinta. Saat ini kerinduan yang sedang saya rasakan. Bagaimana tidak, berada jauh, 5000 kilometer terpisah lautan luas, dan belum bisa kembali. Jadi saat bersapa dengan teman di dunia maya, pertanyaan yang paling mengusik bagi saya adalah, “Kapan pulang?”

Menanyakan hal demikian untuk perantau sebenarnya tidak perlu ditanyakan. Ya nanti jika waktunya pulang pasti akan pulang. Rasanya hanya Allah yang bisa menjawab pertanyaan itu. Pertanyaan yang sebenarnya sama ditujukan kepada jomblo yang belum menikah, atau pasangan yang belum juga dikaruniai momongan. Sulit bukan untuk dijawab? Jawabannya semata menjadi hak prerogatif Allah.

Lalu hal apa saja yang dirindukan perantau? Kuliner adalah hal yang paling orang rindukan dengan kampung halamannya. Namun bagi saya, mencukur rambut di Kota Solo adalah hal berharga yang paling saya rindukan. Di kota asal itu, salon untuk muslimah pun ada. Bagaimana dengan negara tempat saya merantau? Salon memang tersebar banyak, namun jangan harap jika bisa menemukan salon yang seluruh pegawainya adalah wanita. Sejauh mata memandang, ya impossible, atau tidak ada.

Aurat adalah sesuatu yang patut dijaga oleh seorang muslim dan muslimah sejati, baik laki-laki maupun perempuan. Allah menegaskan umat-Nya untuk menjaga aurat, “Hai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.” (QS. Al-A’raf : 26)

Bagaimana mungkin jika kita berhijab lalu saat memotong rambut harus dihadapkan dengan tukang cukur rambut laki-laki? Atau jika pun tukang cukurnya perempuan, maka asistennya yang mencuci rambut dan mengeringkan rambut adalah laki-laki.

Inilah kemewahan yang tidak saya dapatkan selama tinggal di Jepang. Mau tidak mau, saya harus belajar memotong rambut sendiri selama di Jepang.

Aurat terlebih rambut adalah mahkota wanita, yang tidak sembarang orang bisa melihatnya. “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandanganya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nûr : 31)

Jadi, kapan pulang untuk memangkas rambut di salon muslimah?

#30DWC #30DWCJilid28 #Day17

Oleh Alvika Hening Perwita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *